Komisi IV DPR RI Soroti Tambang Liar di Lore Lindu, Ancam Implementasi Nilai Ekonomi Karbon

Rabu, 15 April 2026 18:38

rdp ellen

Anggota Komisi IV DPR RI, Ellen Esther Pelealu, menyoroti serius ancaman terhadap implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di sektor kehutanan akibat maraknya aktivitas tambang liar di kawasan konservasi.

Dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Menteri Pertanian, Ellen menegaskan bahwa upaya membangun ekonomi karbon tidak akan berjalan optimal jika kawasan hutan terus mengalami kerusakan.

Salah satu contoh yang disorot adalah kondisi di Taman Nasional Lore Lindu. Kawasan konservasi tersebut dilaporkan kembali mengalami aktivitas penambangan emas, meskipun sebelumnya telah ditertibkan oleh aparat penegak hukum.

“Nilai ekonomi karbon tidak bisa terbentuk dengan sendirinya. Kalau kawasan konservasi terus dirusak, bagaimana kita bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari karbon?” ujar Ellen, Selasa (14/4/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dan dokumentasi yang diterimanya, aktivitas tambang di dalam kawasan taman nasional telah menyebabkan penggundulan hutan yang cukup masif. Hal ini dinilai tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menggerus potensi Indonesia dalam skema perdagangan karbon global.

Lebih lanjut, Ellen juga menyoroti persoalan tata kelola dan konsistensi penegakan hukum di lapangan. Ia mengungkapkan adanya informasi terkait pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang sebelumnya tegas menertibkan tambang ilegal, namun kemudian dipindahkan dari jabatannya.

“Ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai aparat yang tegas justru tidak mendapatkan dukungan. Penegakan hukum harus konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Komisi IV DPR RI meminta Menteri Kehutanan beserta jajaran untuk mengambil langkah konkret dan tegas dalam menertibkan aktivitas penambangan ilegal di kawasan konservasi, khususnya di Lore Lindu. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan kesiapan Indonesia dalam mengimplementasikan Nilai Ekonomi Karbon secara kredibel.

( sumber : fpd-dpr.com )


Berita Lainnya

Nasional

Herman Khaeron: KWP Award Pelecut Anggota DPR RI Bekerja Lebih Baik

Nasional

Ibas Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Nasional

Komisi IX DPR: Pembelian Motor dan Kaos Kaki BGN Hamburkan Anggaran Negara

Nasional

H.T. Ibrahim: Pembentukan DOB Perkuat Desentralisasi dan Pelayanan Publik

Nasional

Tanggapi Isu Perjanjian Wilayah Udara AS-RI, Waka Komisi I: Tidak Boleh Bertentangan Kedaulatan Negara

Nasional

Peringati Hari Seni Sedunia 2026 di Museum Gajah, Ibas Dorong Penguatan dan Pemajuan Seni Budaya Kreatif Sebagai Identitas Bangsa

Nasional

Dede Yusuf Soroti Kualitas dan Arah Transformasi STPN, Anggaran Dinilai Kunci Utama

Nasional

FRAKSI PARTAI DEMOKRAT KEDAULATAN INFORMASI BERKUALITAS:PLATFORM DIGITAL, PERS DAN GLOBALISASI DATA

Berita: Nasional - Herman Khaeron: KWP Award Pelecut Anggota DPR RI Bekerja Lebih Baik •  Nasional - Ibas Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Desa •  Nasional - Komisi IX DPR: Pembelian Motor dan Kaos Kaki BGN Hamburkan Anggaran Negara •  Nasional - H.T. Ibrahim: Pembentukan DOB Perkuat Desentralisasi dan Pelayanan Publik •  Nasional - Tanggapi Isu Perjanjian Wilayah Udara AS-RI, Waka Komisi I: Tidak Boleh Bertentangan Kedaulatan Negara •  Nasional - Peringati Hari Seni Sedunia 2026 di Museum Gajah, Ibas Dorong Penguatan dan Pemajuan Seni Budaya Kreatif Sebagai Identitas Bangsa •  Nasional - Dede Yusuf Soroti Kualitas dan Arah Transformasi STPN, Anggaran Dinilai Kunci Utama •  Nasional - FRAKSI PARTAI DEMOKRAT KEDAULATAN INFORMASI BERKUALITAS:PLATFORM DIGITAL, PERS DAN GLOBALISASI DATA •